CONTACT

Rabu, 12 Januari 2011

Rapat Paripurna DPRD Dumai

Agus Widayat Sampaikan Pertanggungjawaban APBD 2009
DUMAI (11/01/2011) Kepala daerah berkewajiban menyampaikan laporan penyelenggaraan Pemerintah Daerah kepada Pemerintah dan memberikan keterangan pertanggungjawaban kepada DPRD serta Menginformasikan laporan penyelenggaraan Pemerintah kepada masyarakat, yang diamanatkan dalam UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan pemerintah Nomor 3 Tahun 2007.
Atas dasar itu, Wakil Walikota Dumai, H. Agus Widayat, Selasa (11/1) menghadiri acara Rapat Paripurna DPRD Dumai guna memberikan penjelasan Walikota terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksana APBD Dumai tahun 2009 di ruang Rapat gedung DPRD Dumai.
Rapat Peripurna, dipimpin Wakil Ketua DPRD Dumai, H. Zainal Abidin, dan dihadiri sebanyak 19 orang anggota Dewan lainnya, selain itu, Rapat ini juga dihadiri Unsur Muspida, Kepala Dinas, Kepala Badan, kepala Kantor, kepala Bagian, Camat sekota Dumai, LSM, dan Undangan lainnya.
Dalam laporan tertulis yang dibacakan oleh Wakil Walikota Dumai, H. Agus Widayat mengatakan, pembacaan laporan  Walikota terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksana APBD Dumai tahun 2009 disampaikan atas dasar UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang kewajiban Kepala daerah menyampaikan Laporan pertanggung Jawaban.
Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini, kata wawako, sebagai penjelasan Walikota Dumai kepada DPRD Dumai menyangkut Pelaksanaan tugas-tugas desentralisasi, pembantuan dan tugas umum pemerintahan selama kurun waktu satu tahun “Penjelasan Walikota ini merupakan Progess Report atau catatan kemajuan dalam bentuk laporan kenerja penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan kota Dumai yang dicapai pada tahun 2009,” kata Agus Widayat
Menjadi suatu kebanggaan, kata wawako, karna peningkatan kinerja perekonomian Dumai tahun 2009 sebagai hasil proses pembangunan yang telah dilaksanakan menggunakan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), guna melihat laju pertumbuhan ekonomi, struktur ekonomi sektoral. PDRB perkapita serta pendapatan perkapita.
“PDRB dan pendapatan perkapita, mencerminkan tentang besarnya nilai tambah yang dihasilkan oleh factor produksi yang ada di Dumai, sehingga PDRB dan pendapatan perkapita dapat digunakan sebagai barometer  bagi tingkat kemakmuran suatu daerah meskipun belum dapat menilai tingkat pemerataan pendapatan masyarakat suatu daerah,” jelas Wawako kepada undangan yang hadir
Dikatakan Agus Widayat, Mengingat keterbatasan anggaran pada tahun 2009, maka penyusunan program dan kegiatan dilaksanakan berdasarkan skala prioritas pembangunan, seperti Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur dan Pengentasan Kemiskinan.
“Dalam meningkatkan kualitas pendidikan, telah diwujudkan melalui kebijakan alokasi anggrana bidang pendidikan lebih dari 20 persen dari APBD kota Dumai, untuk pembangunan infrastruktur kita telah memperioritaskan pembangunan jalan strategis seperti jalan batas kota, dan untuk pengentasan kemiskinan salah satu program yang telah dilakukan yaitu mengalokasikan anggaran untuk kegiatan pembuatan rumah layak huni, air bersih pedesaan, pemberdayaan masyarakat dan lain sebagainya,” tukasnya sambil mengakhiri pembacaan laporan W alikota
Usai pembacaan laporan tertulis Walikota terhadap Ranperda tentang pertanggungjawaban pelaksana APBD Dumai tahun 2009 yang dibacakan oleh Wakil Walikota Dumai, H. Agus Widayat, Rapat paripurna DPRD ditutup oleh Pimpinan Rapat, H. Zainal Abidin dengan mengetuk palu sebanyak tiga kali.

Senin, 03 Januari 2011

Siaran Pers No. 1/PIH/KOMINFO/1/2011 tentang Kualitas Layanan Telekomunikasi Di Saat Pergantian Tahun Baru 2011


Sebagaimana sudah disebutkan pada Siaran Pers No. 142/PIH/KOMINFO/12/2010tertanggal 26 Desember 2010, Kementerian Kominfo mengharapkan agar para penyelenggara telekomunikasi melakukan antisipasi khusus terhadap kemungkinan terjadinya lonjakan trafik telekomunikasi di saat tanggal 31 Desember 2010 dalam pergantian tahun 2010 ke tahun 2011. Harapan dan peringatan dari Kementerian Kominfo tersebut didasarkan pada suatu kondisi, bahwa kondisi layanan telekomunikasi pada saat suasana perayaan Natal 2010 sejauh monitoring dan evaluasi Kementerian Kominfo ternyata cukup baik kualitas layanannya, sehingga tugas dan tanggung-jawab berikutnya adalah terhadap kewajiban untuk tetap menyediakan kualitas layanan telekomunikasi yang cukup baik pula di saat sekitar pergantian tahun baru 2011.
Harapan Kementerian Kominfo tersebut ternyata direspon secara positif oleh para penyelenggara telekomunikasi, sebagaimana di antaranya dilakukan oleh PT Telkom, yang secara khusus melakukan kesiapan untuk layanan TelkomFlexi, yaitu berupa: p eningkatan kualitas sinyal di lokasi wisata dan pusat-pusat kunjungan melalui penambahan repeater dan mobile BTS; penyediaan kapasitas SMS yang mampu melayani 14,8 juta SMS per jam; dan peningkatan bandwidth internet 3,2 Gbps untuk melayani penggunan layanan data FlexiNet yang terus meningkat. Demikian pula dengan PT Telkomsel yang juga telah menyiapkan seluruh elemen jaringan (ketersediaan jangkauan layanan, BTS, MSC, BSC, kapasitas inteligent network, kapasitas SMSC, kapasitas layanan BlackBerry, dan jaringan 3G/HSDPA/HSPA+).
Berdasarkan laporan dari penyelenggara telekomunikasi dan di-cross dengan hasil monitoring Kementerian Kominfo, maka data trafik telekomunikasi yang dilaporkan oleh PT Indosat adalah sebagai berikut:
  1. SMS mencapai 714 juta SMS (naik 165% dibanding saat pergantian tahun baru sebelumnya). Kenaikan trafik tertinggi di wilayah Jawa Timur dan Sulawesi, Maluku dan Papua.
  2. Pengiriman data mencapai 18,73 terrabyte.
  3. Layanan suara mencapai 355 juta minutes production (naik 123% dibandingkan pergantian tahun baru sebelumnya). Trafik layanan suara tertinggi terjadi di Sumatera Bagian Selatan, Jawa Timur, dan Jabodetabek.
Adapun data yang dilaporkan oleh PT XL Axiata adalah sebagai berikut:
  1. Pada kondisi normal trafik layanan suara rata-rata sebanyak 600 juta menit, sedangkan pada pergantian tahun baru mengalami peningkatan sebesar 3%. Untuk SMS trafiknya 650 juta SMS (namun di pergantian tahun naik sebanyak 16%) dan komunikasi data sebanyak 17 terabytes (namun di pergantian tahun baru naik sebanyak 4%).
  2. Akibat kenaikan trafik tersebut, maka data trafiknya adalah sebagai berikut: untuk layanan suara karena naik 3% berarti menjadi 617 juta menit, layanan SMS karena naik 16% berarti menjadi 755 juta SMS, dan layanan komunikasi data/GPRS karena naik 4% berarti menjadi 17,6 terabytes.
Berikutnya data yang dilaporkan oleh PT Telkomsel adalah sebagai berikut:
  1. Layanan suara, trafik naik sebesar 10% dibandingkan hari biasa di tahun 2010.
  2. Layanan SMS via telefon seluler mengalami kenaikan sebesar 24,45% dibandingkan hari-hari biasa di tahun 2010. Sedangkan trafik SMS yg diakses melalui mobile device mengalami ke naikan sebesar 19,96%. Layanan MMS meningkat sebesar 72,52% dibandingkan hari-hari biasa, dan kenaikan ini khususnya akibat pengiriman ucapan selamat tahun baru dengan image atau foto.
  3. Layanan komunikasi data yang diakses melalui Telkomflash mengalami penurunan sebesar 23,46%. Hal ini menunjukkan bahwa pelanggan lebih banyak mengakses data melalui handphone atau mobil device, karena selama masa liburan tahun baru banyak pelanggan yang bepergian, sehingga lebih praktis mengakses data via telefon selulernya.
  4. Sedangkan layanan Blackberry mengalami penurunan trafik sebesar 8,28%. Demikian juga halnya dengan link internet, trafiknya menurun 27 ,89%.
Berdasarkan kesiapan penyelenggara telekomunikasi (secara random direpresentasikan oleh PT Telkom dan PT Telkomsel) dan data faktual trafik telekomunikasi (secara random juga direpresentasikan oleh PT Indosat, PT XL Axiata dan PT Telkomsel), maka Kementerian Kominfo menyampaikan ucapan terima kasih dan sekaligus sikap apresiasi terhadap upaya maksimal yang telah dilakukan oleh para penyelenggara telekomunikasi sehingga layanan telekomunikasi di saat pergantian tahun 2010 ke tahun baru 2011 berlangsung secara cukup baik. Namun demikian ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan untuk menjadi upaya perbaikan di masa mendatang:
  1. Untuk layanan suara, successful call ratio yang seharusnya dicapai oleh hampir seluruh penyelenggara telekomunikasi masih belum sepenuhnya memuaskan, karena ada kecenderungan setiap penggula layanan masih harus men- dial minimal sekali untuk dapat terhubung dengan tujuan yang ingin dihubungi. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan terus-menerus.
  2. Untuk layanan SMS, tingkat keberhasilan pengiriman sudah cukup baik dan merata di hampir seluruh penyelenggara telekomunikasi.
  3. Untuk layanan komunikasi data (internet). Meskipun tidak sampai menimbulkan kondisi gangguan layanan, namun mulai pada sekitar 2 jam menjelang tengah malam pergantian tahun baru hingga 2 jam berikutnya, kecepatan untuk mengakses layanan internet sedikit terkendala, karena kecepatannya agak berkurang dan cukup banyak dikeluhkan oleh sejumlah pengguna layanan ke Kementerian Kominfo.
Atas dasar kondisi kualitas layanan telekomunikasi di saat pergantian tahun baru 2011 dan kondisi di sepanjang tahun 2010, Kementerian Kominfo tetap mengharapkan dan mengingatkan agar standar kualitas layanan telekomunikasi dapat lebih diperbaiki. Hal ini ditekankan dalam konteks turunnya biaya interkoneksi sebagaimana disebutkan pada Siaran Pers No. 145/PIH/KOMINFO/12/2010, maka tarif telekomunikasi akan kembali cenderung menurun meskipun tidak sebesar seperti di awal April 2008, sehingga persaingan antar penyelenggara telekomunikasi akan semakin ketat. Dalam kondisi tersebut Kementerian Kominfo dan BRTI tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pengawasan terhadap kondisi standar kualitas layanan telekomunikasi sesuai ketentuan yang berlaku.
—–
Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo (Gatot S. Dewa Broto, HP: 0811898504, Email:gatot_b@postel.go.id , Tel/Fax: 021.3504024).
Sumber ilustrasi: http://www.google.co.id

Sebanyak 131.743 Penduduk Dumai Akan Diberi e - KTP Gratis

Nizam : Pertengahan 2011 akan direaslisasikan 
DUMAI, (28/12/2010) Sebanyak 131.743 penduduk Dumai akan mendapatkan Electronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) secara gratis, karna semua beban biaya pembuatan e-KTP akan ditanggung melalui dana APBN.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badukcapil HM. Nizam kepada wartawan, Selasa (28/12). Nizam mengatakan untuk kepentingan kependudukan Pemerintah Kota Dumai sudah menerapkan SIAK online, namun ditahun 2011 mendatang Pemerintah Pusat telah memprogramkan penerapan e-KTP untuk kota Dumai, e-KTP baru akan diterapkan pada pertengahan tahun 2011 nanti. “Dari data yang ada di Badan Kependudukan dan Catatan Sipil (Badukcapil) Kota Dumai hingga 30 Nopember 2010, ada sebanyak 131.743 penduduk Dumai yang akan dilakukan penggantian KTP biasa ke e-KTP,” kata Nizam
Nizam menjelaskan untuk melaksanakan program ini, masyarakat tidak dipungut biaya alias gratis, karna semua biaya pembuatan e-KTP ditanggung oleh APBN. Dan untuk proses penggantian KTP biasa menjadi e-KTP akan dilakukan hingga tahun 2013 nanti, “Jadi pada saat pemilu 2014 harapan kita masyarakat Dumai khususnya sudah memiliki e-KTP,” jelasnya
Menjawab pertanyaan kenapa Dumai tidak menerapkan e-KTP pada awal 2011, Nizam mengatakan, bahwa saat ini untuk pembuatan e-KTP kita masih belum siap pada alatnya, karna untuk membuat e-KTP kita menggunakan alat khusus, karna e-KTP memiliki chip penyimpanan data pribadi, dan kita menargetkan pada bulan Juli atau agustus alat tersebut telah kita miliki, pungkasnya
Nizam kembali menjelaskan, bahwa sosialisasi e-KTP gratis sudah kita mulai sejak kemarin, dan sebagai persiapan awal, kata Nizam saat ini pihaknya sedang mempersiapkan sarana dan prasarana yang akan diperlukan dalam pembuatan e-KTP, dan sebagai langkah awal kita akan melakukan Pemutakhiran data warga Dumai.
“e-KTP baru pertama kali akan diterapkan di Indonesia dan khususnya dikota Dumai, Chip pada Card e-KTP, fungsinya sebagai tempat penyimpanan data pribadi, seperti nama, tempat tanggal lahir dan data lainnya, e-KTP juga akan memasukkan 10 sidik jari pemegang e-KTP. Harapan kita, setelah e-KTP di terapkan tidak adalagi penduduk Dumai khususnya yang memiliki KTP ganda atau lebih dari satu yang belakangan menjadi sorotan bahkan 1 orang memiliki KTP lebih dari 2.” Harapnya
Teknologi e-KTP  akan memakai sidik jari atau finger print untuk menghindari praktek penggandaan dan pemalsuan. Nizam menegaskan bahwa semua itu sudah diatur dalam undang-undang kependudukan, yaitu Undang –undang nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan yang mewajibkan 1 orang hanya boleh memiliki 1 KTP Nasional dan 1 Nomor Induk.
Sedangkan syarat untuk mendapatkan e-KTP sama dengan pengurusan KTP biasa, sedangkan bagi pendatang kata Nizam, harus mempersiapkan semua persyaratannya seperti surat pindah dari Dinas Kependudukan daerah asal, surat pengantar dari RT/RW dan persyaratan lainnya yang wajib dilengkapi. “kalau tidak ada, maka kita tidak akan menerbitkan e-KTp tersebut,” tegasnya.

Teh Dumai Mas Cotek, Teh Herbal Terbaik Di Riau

DUMAI, (3/1/2011) Teh Dumai Mas cotek merupakan Teh herbal terbaik di Riau, yang bermanfaat untuk Penyembuhan berbagai penyakit. Teh ini diproduksi oleh Koperasi Dharma Desa dan dipasarkan oleh PT Tridaya Sakti utama yang beralamatkan dijalan Bahtera, Kelurahan Purnama Dumai Barat.
Teh Dumai Mas cotek telah mendapatkan penghargaan tertinggi Adikriya dari Gubernur Riau, HM. Rusli Zainal, untuk kategori Industri rumah tangga kecil menengah bidang pangan, Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Walikota Dumai, H. Agus Widayat usai melaksanakan upacara hari Amal Bhakti kementerian Agama ke 65, Senin (3/1).
Teh Mascotek sudah dipasarkan hingga keluar negeri, seperti Malaysia , Singapura , Thailand  dan Negara tetangga lainnya. Dalam satu bulan Koperasi Dharma Desa mampu memproduksi the mas Cotek hingga 7 ribu pak untuk memenuhi kebituhan pasar, baik local hingga permintaan luar negeri.
Untuk mengembangkan usaha ini, Pemerintah kota Dumai, kata Agus Widayat akan membantu mempromosikan teh tersebut, selain itu Pemko Dumai juga bertekad akan memberikan bantuan Dana untuk kelangsungan Produksi Teh Mas Cotek.
Kita berharap Teh Mas cotek ini dapat diprodusksi lebih banyak lagi, Industri Rumah tangga seperti ini yang akan kita jadikan contoh untuk penegmbangan usaha keluarga lainnya, dan dengan produksi seperti ini dapat meningkatkan pendapatan perekonomian masyarakat sehingga kemiskinan sedikit demi sedikit akan dapat dientaskan, sesuai dengan program 100 hari kerja Wako dan Wawako minimal mengentaskan kemiskinan sebesar 60 persen hingga 2012 nanti.
Dalam kunjungannya ke pabrik teh Mas Cotek beberapa hari lalu Wawako, H. Agus Widayat berpesan kepada M. Nasir selaku pimpinan Koperasi Dharma Desa agar selalu  memperhatikan mutu dan kualitas produk yang dihasilkan, seperti dikemas semenarik mungkin agar konsumen berminat untuk membeli Teh Dumai yang merupakan Teh Herbal terbaik di Riau yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
Kepada Metro Riau, M. Nasir mengatakan, bahwa Pada tahun 2006 Mas Cotek pertama kali dikembangkan dinegara Indonesia khusus nya di kota Dumai, dan usaha ini pertama kali dirilis olehnya yang  mencoba mengembangkan bibit Mas Cotek yg di bawa dari Negara tetangga, malaysia di atas polibek plastik berisi tanah gambut. ”Setelah melakukan penanaman,ternyata mas cotek lebih baik dan sempurna perkembangannya jika ditanam dengan mengunakan tanah gambut.” Kata Nasir
Saat ini ada sekitar  300Ha lahan milik M. Nasir yang digunakan untuk membudidayakan tanaman Mas Cotek ini, dengan budidaya ini dapat mencukupi kebutuhan pencinta teh  mas cotek. Dengan pengolahan yang dilakukan oleh tenaga-tenaga yang propesional, Mas cotek telah menjadi tanaman yang merupakan aset yang dapat di jadikan bisnis dibidang per tanian, dan the ini sangat diminati karna, berdasarkan penelitian yang dilakukan di Departemen Pertanian di Bogor, ternyata daun Mas Cotek yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan teh Dumai dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Wako Resmikan Packing Plant Semen Padang Dumai

DUMAI, (30/12/2010) Walikota Dumai, H. Khairul Anwar, beberapa hari lalu meresmikan Packing Plant atau pengantongan perdana semen Padang dikota Dumai. Dalam acara ini, Wako berpesan agar PT Semen Padang tetap konsisten dalam memberikan pelayanan terbaik dalam memenuhi kebutuhan semen khususnya bagi masyarakat Dumai dengan selalu memperhatikan mutu dan kualitas
Diharapkan, dengan di Resmikannya Packing Plant atau pengantongan perdana Semen Padang di Dumai dapat memenuhi peningkatan permintaan semen di Riau Daratan dan khususnya dikota Dumai, selain itu  memudahkan distribusi dan pemasaran, PT Semen Padang untuk melayani permintaan Semen di Riau.
Hal tersebut diungkapkan oleh Walikota Dumai, H. Khairul Anwar usai meresmikan Packing Plant Semen Padang Cabang Dumai di Kelurahan Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai “Diharapkan dengan packing plant Dumai ini, dapat memperkuat supply semen perusahaan dan memenuhi kebutuhan pelanggan secara konsisten.” Kata Wako 
Peresmian perdana pengantongan produk semen Padang ini dihadiri Walikota Dumai H Khairul Anwar, Wakil Walikota, H. agus Widayat, Komisaris Utama PT Semen Padang Letjend (Purn) Muzzani Syukur dan didampingi Direktur Utama PT Semen Padang Widodo Santoso, Ketua DPRD Dumai Zainal Effendi, Unsur Muspida Dumai, Camat Sei Sembilan dan Lurah se-kecamatan Sei Sembilan. 
Wako berpesan, agar PT Semen   Padang tetap konsisten memberikan pelayanan kebutuhan semen bagi konsumen dan tidak melupakan perhatian terhadap lingkungan sekitar. Terutama sekali, dari sisi penerimaan tenaga kerja dengan memprioritaskan serta memberdayakan tenaga kerja local yang memiliki pendidikan dan skill sesuai dengan bidang pekerjaan. Selain itu, saya berharap, perusahaan tidak saja menjalankan bisnis, namun tetap memperhatikan masyarakat dan lingkungan sekitar dalam penyaluran program CSR sosial kemasyarakatan perusahaan. 
"Pemerintah sangat menyambut baik keberadaan investasi yang jelas-jelas akan mendukung pembangunan daerah dan memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan membuka kesempatan kerja bagi putra daerah yang pendidikan sesuai kebutuhan. Disamping itu juga, mendukung visi misi pemko Dumai yang ingin menuju kawasan ekonomi khusus dan kota pengantin yang berseri dan sehat," jelas Wako. 
Sementara itu, Dirut PT Semen Padang Widodo Santoso menjelaskan, pembangunan packing plant Dumai ini sudah direncanakan sejak tahun 2000 silam, untuk menjawab kepercayaan masyarakat Riau Daratan dengan market share sampai 80 persen untuk permintaan semen padang ini. Keberadaan Packing Plant Dumai ini memiliki arti penting mendukung visi sebagai semen yang andal dan unggul dengan kemampuan memenuhi kebutuhan pelanggan secara berkesinambungan, serta menjaga kualitas dan kuantitas agar Semen Padang tetap menjadi brand image yang dikenal dihati masyarakat Khususnya masyarakat kota Dumai.. 
"Dengan packing plant Dumai ini, kami juga berharap dapat  menjamin kelancaran pasokan semen untuk kebutuhan konsumen yang ada dikota Dumai, Duri, Bengkalis dan Bagan Batu guna memenuhi target penjualan yang akan dicapai," jelas Widodo 
Dijelaskannya, PT Semen Padang pada tahun 2011 menargetkan penjualan produk semen di Dumai sebesar 155.880 ton dengan keberadaan sejumlah fasilitas, yaitu penambahan panjang dermaga menjadi 80 meter, gudang kapasitas 3000 ton, jembatan timbang, 2 unit truck loading, dan 1 unit unloading pembongkaran kapal. Ditambah lagi dengan mempersiapkan travo untuk memenuhi kebutuhan listrik dan gedung perkantoran di lokasi PT Semen Padang Dumai.