CONTACT

Senin, 03 Januari 2011

Wawako Jadi Irup Peringatan HAB ke 65

DUMAI, (3/1/2011) Wakil Walikota Dumai, H. Agus Widayat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke 65 tahun 2011, upacara ini dilakukan di lapangan upacara  Madrasah Aliyah Negeri jalan bukit datuk lama Dumai, Senin (3/1) yang diikuti ratusan peserta upacara yang terdiri dari staff kementerian agama kota Dumai.
Memasuki usia yang ke-65 Departemen Agama diharapkan dapat segera menjalankan reformasi birokrasi agar clean and good governance bisa diwujudkan, itulah salah satu harapan yang diungkapkan oleh Wakil Walikota Dumai H. Agus Widayat saat menjadi Inspektur Upacara peringatan HAB yang diucapkan dihadapan peserta upacara yang terdiri dari perwakilan pegawai Kandepag/ KUA, Guru MAN dan MTsN, serta siswa MTsN dan MAN
Upacara peringatan HAB Kementerian Agama juga dihadiri oleh Kepala Kementerian Agama Dumai, H. Darawi, Asisten bidang ADM dan Umum Pemerintahan kota Dumai, Hendra, kepala bagian Humas dan Infokom, Bambang Hardiyanto, Kepala Badan, Dinas, Kantor, Camat dan Lurah di lingkungan Pemerintah Kota Dumai dan unsur Muspida.
Dalam pidato tertulis, Wawako membacakan sambutan Menteri Agama RI, Surya Dharma Ali yang mengamanatkan agar pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Departemen Agama tidak hanya menyangkut pembaharuan organisasi, tata kerja dan administrasi yang harus memenuhi prinsip-prinsip good governance, tetapi harus menyentuh pembaruan sikap mental dan budaya kerja yang lebih baik.
Wawako juga mengajak untuk merenungkan kembali tujuan pembentukan serta misi yang diemban oleh Kementerian Agama yang berdiri sebagai pelaksanaan amanat Undang-Undang Dasar 1945. “Kementerian Agama adalah instansi pemerintah yang menjalankan tugas pokok untuk memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan kehidupan beragama kepada seluruh umat beragama di tanah air ini.” Kata Wawako
Agus Widayat juga berharap agar dalam peringatan Hari Amal Bakti ini Kemenag bisa memberikan pelayanan yang prima, terwujud reformasi birokrasi yang efektif, serta tercipta peningkatan iman dan ketakwaan. “Seiring dengan dinamika yang terjadi dalam kehidupan umat dan bangsa. Persoalan utama yang dihadapi bangsa Indonesia dewasa ini, adalah masalah kebodohan, pengangguran, kemiskinan, dan krisis akhlak yang belakangan ini memprihatinkan.” Jelas Wawako.
Dan sebagai upaya mengentaskan kemiskinan, Kementerian Agama harus turut berperan dan memberikan kontribusi melalui pemberdayaan lembaga-lembaga sosial keagamaan, seperti pemberdayaan rumah ibadah sebagai pusat kegiatan sosial kemasyarakatan. Kementerian Agama bersama instansi terkait juga mengembangkan kebijakan di bidang pengelolaan zakat, infak, sedekah, wakaf serta dana sosial keagamaan lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menanggulangi masalah kemiskinan, harap Wawako.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar